BeritaRemaja.Com - Virus merupakan makhluk antara, dimana Ia dapat diklasifikasikan sebagai makhluk hidup sekaligus benda mati. Sudah banyak peneliti yang melakukan penelitian berkaitan dengan organisme penyebab sakit yang ternyata memiliki ukuran lebih kecil dari bakteri. Namun baru pada tahun 1935, Wendell Meredith Stanley seorang biolog asal Amerika Serikat berhasil mengkritalkan orgamisme mikroskopik tersebut.
Hakikatnya, virus dapat hidup hanya jika ia mengadakan simbiosis parasitisme dengan makhluk yang benar-benar hidup, seperti manusi dan hewan. Dan apabila suatu ketika makhluk hidup tersebut mati, virus tidak akan dapat bertahan hidup. Virus merupakan makhluk mikroskopik, ia tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron dengan ribuan kali pembesaran.
Virus hidup dengan menginjeksi sel inangnya serta berkembang biak berdasarkan nutrisi yang diserap dari inang tersebut. Imunitas sel inang merupakan penentu kehidupan virus, apabila sel inang memiliki imunitas yang cukup kuat, maka keberadaan virus akan segera dikalahkan oleh mekanisme pertahanan diri sel inang.
Ada berbagai macam virus yang berkembang didunia ini. Perubahan iklim yang cenderung ekstrem membuat virus bertransformasi menjadi bentuk yang lebih kuat. Berikut ini adalah beberapa jenis virus yang merupakan
Virus-Virus Paling Mematikan yang belum ditemukan pencegahan maupun vaksin yang tepat.
- Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus)
 |
| Penampang Luar Virus HIV |
Virus ini diidentifikasi pertama kali ditemukan oleh seorang biolog asal Perancis bernama Luc Montagnier. Awalnya ia menamai virus ini dengan sebutan LAV (lymphadenopathy-associated virus). Untuk kemudian setelah mengalami penelitian lebih lanjut, para ahli menyepakati menamai virus ini HIV Virus, karena virus ini secara frontal menggerogoti sistem imunitas tubuh sel inangnya. Sehingga si penderita akan mengalami defisiensii pertahanan tubuh.
Hal itu menjadikan HIV Virus sebagai virus nomor satu yang patut dihindari, karena imuntas merupakan sistem pertahan utama terhadap berbagai jenis virus yang ada di sekitar kita. Melemahnya sistem imunitas akan menyebabkan melemah pula kondisi kesehatan kita. Virus sesederhana apapun akan mudah menginjeksi dan bertahan dalam kurun waktu yang lama.
HIV Virus tidak ditularkan melalui kontak fisik. Hanya ditularkan melalui cairan tubuh terhadap jaringan yang terbuka, seperti bekas luka, mulut dan lain sebagainya. Masa inkubasi yang cenderung sangat lama, yakni berkisar antara 3 – 5 tahun membuat virus ini semakin sulit terdeteksi. Virus ini merupakan salah satu Virus-Virus Paling Mematikan karena hingga saat ini belum ditemukan vaksin yang secara pasti dapat membunuh atau paling tidak memperlambat perkembangannya.
HIV Virus sering dikaitkan dengan gaya hidup tak sehat, penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga seks bebas. Sehingga cara paling ampuh menghindari virus ini adalah dengan selalu melakukan gaya hidup sehat, bersih dan teratur, tidak bergonta-ganti pasangan serta menggunakan obat-obatan terlarang.
Beberapa tahun silam, Indonesia dan negara-negara Asia lainnya dihebohkan oleh kemunculan virus prototype baru yang menginjeksi unggas. Kehebohan semakin menbahana ketika ditemukan beberapa kasus penularan virus tersebut kepada manusi hingga berujung kematian. Kemudian diketahui bahwa virus tersebut adalah cirus H5N1 atau yang lebih dikenal dengan nama Virus Flu Burung.
 |
| Prototype Virus H5N1 |
Kasus Flu Burung pertama kali ditemukan di vietnam, kemudian mengalami pelonjakan penyebaran yang sangat signifikan ke seluruh negara Asia, termasuk Indonesia. Penularasannya melalui media sentuhan, dan kebanyakan menjangkit peternak-peternak unggas di Asia. Unggas yang terjangkit firus H5N1 akan dengan sangat mudah menularkannya apabila terjadi perpindahan cairan melalui jaringan hidup manusia.
Sejak awal ditemukannya, yakni pada tahun 2003, virus ini terus mengalami penyebaran yang menelan ratusan korban jiwa. Indonesia dan vietnam merupakan negara dengan pengidap Flu Burung terbanyak. Lalu, mengapa virus h5n1 disebut virus Flu Burung? Karena pada awalnya virus ini hanya mampu menginjeksi unggus tanpa memiliki daya tular kepada mahkluk selain unggas, tetapi ternyata virus ini bermutasi menjadi tipe baru yang lebih kuat dan dapat meninjeksi makhluk selain unggas, seperti manusi dan primata lainnya.
 |
| Penampang Luar Virus EBOLA |
Kata Ebola diambil dari nama tempat dimana pertama kali virus ini ditemukan, yakni Sungai Ebola yang berada di Kongo, Afrika. Gejala umum yang terjadi pada orang yang terjangkit Virus Ebola antara lain : diare berat, demam tinggi, perdarahan di dalam dan luar anus serta napsu makan yang menurun secara drastis.
Keadaan geografis Benua Afrika sangat mendukung penyebaran Virus Ebola, terutama daerah pedalaman yang masih belum terjamah gaya hidup sehat, seperti Kongo. Masa inkubasi menuju masa kritisnya boleh dibilang sangat singkat, berkisar anta 7 – 9 hari. Sehingga, seseorang yang positif terinjeksi virus ebola harus segera mendapatkan penanganan medis yang tepat. Jika tidak nyawanya tidak akan bisa tretolong. Berbeda dengan virus lainnya yang membutuhkan media khusus untuk penularan, virus ebola sangat mudah ditularkan dari satu organisme ke organisme lain.
Hingga saat ini belum ditemukan obat yang tepat untuk mencegah maupun mengobati virus ebola. Sehingga usaha terbaik yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi virus ini adalah dengan melakukan gaya hidup bersih dan sehat.
Demikianlah ulasan mengenai beberapa
Virus-Virus Paling Mematikan. Mungkin benar adanya bahwa mencegah lebih baik dari mengobati, sehingga seberapa-pun menyeramkannya sebuah virus, tidak akan berpengaruh jika kita sudah berusaha melakukan tindakan pencegahan, seperti : hidup bersih dan teratur. Semoga fakta tentang belum ditemukannya vaksin untuk virus-virus di atas dapat menjadi acuan untuk hidup lebih baik, sehat dan teratur.