Review Text Novel - Untuk melengkapi tulisan sebelumnya yang membahas tentang Review Text – Penjelasan dan Contoh, kali ini penulis akan mengulas lebih dalam tentang Contoh Review Text Novel, special untuk kalian yang masih bingung mengidentifikasi genre-genre teks dalam bahasa inggris
. Contoh Review Text kali ini akan mengupas lebih dalam tentang Agatha Christie dan karya-karyanya.
Agatha Christie lahir di Torquay, Devon, salah satu kota di Inggris Raya, pada tahun 1890. Ibunya berdarah Inggris sedangkan ayahnya berdarah Amerika. Ia merupakan satu-satunya penulis misteri wanita yang namanya disejajarkan dengan
Sir Arthur Conan Doyle, sehingga sangat tepat bila dalam ulasan kali ini salah satu bukunya yang berjudul
Why Didn't They Ask Evans? dijadikan contoh sebagai Contoh Review Text.
Why Didn't They Ask Evans?
'Why They Didn't Call Evans?' at Styles merupakan novel misteri pertama yang ditulis oleh Ratu Misteri dunia, Agatha Christie, pada tahun 1916. Salah satu penerbit terkemuka di Inggris tertarik untuk mempublikasikannya karena kisahnya yang sangat fantastis. Bebrapa tahun kemudian, tepatnya pada 1920, The Bodley Head, penerbit asal Amerika tertarik untuk memperbanyak kisah detektif tersebut di negaranya.
The story begin when Bobby Jones, the bad guy of Machbolt, was palying golf with his friends. The ball go trow too far, near the hill. When Bobby want to take it, he found a man in a sucpicios condition. He helped him, and asked his identity. But the man just screaming hurtly. Bobby was so confused. He want to looked for any help but he couldn’t leave him alone. After that, there was a young man who accidently cross over the hill. Bobby askes him to took care of the body while he looked for any help.
The unfortune-man who found by Bobby finaly died in the way to hospital. He indentified as Alex Pritchard based on his sisters’ converses, Amelia Cayman, whom her picture found in the Alex’s deth body. Mrs.Cayman met Bobby as soon as she could to thank him, because he was helped his brother. Moreover, Bobby felt any suspicious feelings. He remembered the photograp of a straight long haired young woman in Alex’s Pocket, but the picture is so different with Mrs. Cayman. The worst of all, is the anomalous words which was said by Alex Pritchar beforr he died, ‘why they didn’t call Evans?’
After capturing alex Pritchard’s deth body, several suspicious things did in Bobby’s life. He accidently got an opname because any toxin that consist in his beer, very strong toxin even Bobby believes that he never ever done any ridiculous thing like that. The other mistirious thinking was blew up in Bobby’s mind when he saw the picture in newspeper which was swore as other picture that bobby saw in Alex’s deth body. Finaly, he with his frined, Frankie, decided to investigate this case.
The investigation begin, Frankie and Bobby cooperate to cover up who was behing all of this. Starts in house of Bessington-ffrench, to know who was Roger Bessington-ffrench, because he was the one that beside alex Deth body, and he was the only one who could change the woman pictograph in alex’s pocket. But, the result was so beyond their expectation, because they realized that Roger was a nice young-man and veri responsible to his family, include his depression sister, Sylvia Bessington-ffrench. The investigation change into sylvia’s profile who just like hiding something. From Sylvia, Frankie recently knew that Alex Pritchard was not he was like identified before, but he was Alan Carstairs. The old-man who came into her village to investigate his best-friend deth, Jhon Savage.
After found the real identity of Alan Carstairs, the mistery getting horrible. Frankie face up the cruel conspiration which controled by international bad-guy, led by Roger Bessington-ffrench and his fiencee, Moira. Therefore, moira was pretending as an innocent beautiful girl who needed a help. Moira finaly prooved as Jhnon Savage murderers.
Untuk membantu memahami Contoh Review Text di atas, berikut ini adalah terjemahan yang menggunakan bahsa Indonesia :
Cerita bermula ketika Bobby Jones, anak seorang pendeta ternama di Marchbolt, sedang bermain golf bersama teman-temannya. Pukulan yang terlalu kuat melambungkan bola hingga ke ujung tebing, tak dinyana, Bobby menemukan seseorang dengan kondisi mengenaskan terbaring di dekat tebing. Bobby segera mencari pertolongan. Pertolongan-pun datang dari seorang pemuda yang memperkenalkan dirinya sebagai Roger Bassington-ffrench. Ia segera memanggil ambulance dan meninggalkan pria yang sekarat tersebut bersama pemuda yang baru saja ditemuinya.
Pria yang ditemukan Bobby sedang terkapar akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ia teridentifikasi sebagai Alex Pritchard. Identifikasi tersebut dilakukan berdasarkan keterangan dari adiknya, Amelia Cayman, yang foto beserta alamatnya tertinggal di saku korban. Ny. Cayman segera menemui Bobby untuk mengucapkan terimakasih karena Ia telah menolong kakanya di saat-saat terakhir. Tetapi anehnya, sebelum Alex Pitchard meninggal, Bobby sempat melihat siluet cantik gadis muda berambut panjang dalam selembar foto. Dan sosok tersebut sangat jauh berbeda dengan Ny. Cayman. Tetapi yang lebih membuat Bobby bingun adalah kata-kata terakhir Alex Pitchard yang sempat dibisikannya di telinga Bobby , “
Mengapa mereka tak memanggil Evans?”
Setelah menemukan Alex Pitchcard dalam kondisi yang cukup mengenaskan, serentetan kejadian aneh seolah terus mengikuti langkah Bobby, Ia tiba-tiba tergeletak dipinggir jalan ketika minuman ringan yang diminumnya teridentifikasi mengandung toxin kuat. Keanehan semakin menjadi-jadi ketika Ia yang masih tergeletak di Rumah sakit menemukan bahwa foto yang ada di surat kabar bukan-lah foto gadis cantik berambut panjang yang Ia temukan di saku korban. Akhirnya bersama teman semasa-kecilnya, Lady Francess Darwent, ia memutuskan untuk menguak misteri ini.
Penyelidikan berawal dari menguak jati diri Roger Bessington-ffrench, dimana Bobby dan Frankie mencurigainya sebagai pelaku pembunuhan atas Alex Pritchard. Bobby segera menyusun strategi seolah-olah Frankie mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas, tepat diseberang jalan kediaman keluarga Bessington-ffrench di Merroway Court, Hampshire. Frankie yang notabene anak seorang milyuner ternama di Inggris segera disambut baik oleh keluarga bassington-ffrench. Ia bermalam beberapa hari di rumah itu.
Dalam penyelidikannya, Frankie dan Bobby bekerja-sama untuk menguak siapa dalang dibalik kematian Alex Pritchard, dimulai dari Roger Bessington-ffrench, si saksi utama. Tetapi hasilnya sangat diluar dugaan, karena mereka menemukan bhawa Roger merupakan pemuda baik yang sangat bertanggung jawab pada keluarga, termasuk kakak-tunggalnya, Sylvia Bessington-ffrench. Penyelidikan beralih pada sosok Sylvia yang terkesan sedang menutup-nutupi sesuatu. Dari Sylvia-lah, Frankie mengetahui identitas sebenarnya dari sosok mayat yang ditemukan Bobby di dekat tebing, ternyata Ia adalah Allan Carstair pria setengah baya yang konon katanya tengah menyelidiki misteri dari kematian sahabat karibnya, Jhon Savage.
Setelah mengetahui identitas sebenarnya dari Alan Carstairs, misteri semakin mengerikan. Frankie dihadapkan pada sebuah konspirasi kejam yang didalangi oleh gembong pemeras international, yang diketuai oleh Roger Bessington-ffrench dan kekasihnya Moira, yang menyamar menjadi gadis pesakitan yang butuh perlingdungan. Moira akhirnya diketahui sebagai gadis yang membunuh sekaligus memeras seluruh harta Jhon Savage.
Penyelidikan tersebut hampir merenggut nyawa Frankie, tetapi akhirnya semua berakhir menyenangkan. Semua misteri berhasil terungkap dan pelaku berhasil diringkus oleh petugas berwajib.
Sinopsis Novel ‘Why They didn’t Ask Evans?’ menggambarkan betapa Agatha Crhistie memperhatikan setiap detail dari ceritanya. Misteri yang disajikan bukan misteri ekstrem yang menampilkan adegan-adegan berbau kekerasan, suasana kelam justru ditampilkan dalam penggambaran klasik yang mencekam. Kekuatan Agatha Cristhie terletak pada pemilihan kata yang terkesan lugas tetapi sebenarnya lebih dalam dan menyeluruh. Karakterisasinya-pun terasa begitu nyata, bukan tokoh-tokoh surealis dengan absurdisme dialog yang amburadul. Maka dari itu, rasanya pantaslah bila ‘Why They didn’t Ask Evans?’ dipilih sebagai bahan review untuk artikel
Contoh Review Text Novel kali ini. Novel ini menjelma menjadi Best-Seller ketika beberapa penerbit kenamaan di Eropa berebut untuk mempublikasikannya di negaranya masing-masing, baik dalam bentuk buku maupun layar lebar. Penerbit Inggris yang pertama penerbitkan buku ini adalah Collins Crime Club pada tahun 1934 bertajuk The Boomerang Clues. Animo masyarakat yang begitu besar menarik penerbit lain untuk segera mengambil keuntungan dari buku tersebut, Republic Cheko menerbitkannya dengan judul Proč nepožádali Evanse?, di Jerman Ein Schritt ins Leere, di Hungaria Miért nem szóltak Evansnek? Dan di Slovakia Prečo nepožiadali Evans?
Ketika ingin me-review sesuatu, yang harus ditonjolakn adalah kualitasnya. Review Text bersivat persuasif, sehingga teks tersebut harus di-set sedemikian rupa agar pembaca merasa tertarik terhadap benda atau produk yang kita review. apabila subjek yang direview adalah film atau novel, maka resensi dan sinopsis menjadi salah-satu cara terampuh untuk menarik perhatian pembaca. Aspek-aspek lain seperti penghargaan dan animo masyarakat berkaitan dengan film atau novel menjadi faktor lain yang menentukan keberhasilan Review text.
Demikianlah
Contoh Review Text Novel. Novel
Why They Didn't Call Evans? memang bukan novel baru, tetapi kisah yang berbobot dan alur yang menarik membuatnya layak untuk kembali direview. Semoga penjelasan-penjelasan di atas bermanfaat.