BeritaRemaja.Com – Soegija
merupakan historikal epik yang mengangkat perjuangan Albertus Soegijapranata, seorang
misionaris muda yang mengepakan sayapnya di dunia perjuangan Indonesia. Ia
merupakan sosok pahlawan nasional yang berjuang melawan penjajah dengan
melakukan pendekatan-pendekatan personal terhadap seluruh lapisan masyarakat
Indonesia yang notabene sedang terkung-kung penjajahan dunia barat.
Film yang disutradario oleh
sutradara kondang, Garin Nugroho, ini menghabiskan Rp 12 milyar selama masa
produksinya. Direncanakan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 7 Juni 2012
mendatang. Jauh-jauh hari sebelum masa rilisnya, film ini sudah mendapat
kecapan dari berbagai pihak. Pemilihan tema memang tidak diperuntukan sebagai
konsumsi anak-anak di bawah umur, karena meskipun tidak se-ekstrem THE REID
dalam memvisualisasikan pergerakannya, tema perjuangan yang diusung oelh
SOEGIJA dikhawatirkan akan mengganggu stabilotas mental anak usia dini. Tetapi
bukan hal itu yang menyebabkan SOEGIJA dikecam, melainkan penggambaran latar
belakang sosok Albertus Soegijapranata-lah yang membuat sebagian tokoh
masyarakat jengah.
 |
| SOEGIJA |
Hal itu dikarenakan Albertus
Soegijapranata merupakan seorang kristiani yang taat, dan turut serta bergerak
dalam memperjuangkan kemerdekaan dalam balutan ajaran kristen. Sehingga
beberapa orang berpendapat bahwa
Film Kontroversi 2012 ini dirilis sebagai sarana
kristenisasi bangsa Indonesia.
Tetapi kecaman yang mengancam realisasi Filmnya, tidak sedikit-pun menggentarkan niat Garin Nugroho untuk mempublikasikan tokoh Albertus Soegija. Ia mengatakan bahwa seseorang terpandang karena apa yang diperbuat, bukan karena siapa ia dan apa apamanya. Apa salahnya menjadi Non-Muslim? Bukankah Indonesia mengakui keberagaman beragama dan emlindungi kebebasan para pemeluk agama menjalankan ibahanya bukan?
Trailer Film Soegija
Ia meyakini
SOEGIJA merupakan film yang sarat akan nilai edukasi serta sebagai pembangkit nasionalisme generasi muda, terlepas dari berbagai kontroversi yang melekat di dalmnya.
Demikian ulasan mengenai SOEGIJA - Film Kontrovesi 2012, semoga dapat bermanfaat sebagai sumber data yang mengarah kepada subjektifitas berfikir, tentang apa dan siapa. Tentang baik dan tentang ketidak-baikan.